Wajib Dibaca

Rokok Menyebabkan Penyakit Paru-Paru?

Menghirup asap rokok berarti memasukkan ribuan racun berbahaya ke dalam tubuh terutama paru-paru. Penyakit paru-paru merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian pada perokok. Secara statistik jumlah orang yang mati akibat merokok mencapai 3 kali lipat lebih banyak dibanding angka kematian...

Selengkapnya...

Visit Berhenti Merokok on Facebook

Efek psikologis akibat merokok

Kategori Akibat Merokok

0

efek psikologi rokokMeskipun sering tak dirasakan, efek merokok dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Satu hal yang paling sering dialami oleh perokok adalah efek psikologis nikotin yang membuat seseorang merasa harus selalu menghisap asap rokok, sehingga banyak perokok menjadi terikat pada kebiasaan buruk ini.

Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas St. George’s dan Universitas Hertfordshire. Penelitian ini mengungkap bahwa para perokok memiliki perilaku yang berlebihan dalam banyak hal, seperti makan, minum, dan menghisap rokok. Kondisi ini mengakibatkan para perokok merasa berat secara mental untuk lepas dari rokok yang kemudian menyebabkan mereka tetap kecanduan rokok.

Otak perokok yang telah sangat akrab dengan nikotin secara umum menimbulkan reaksi ketergantungan. Pada awalnya efek merokok dirasakan dapat menenangkan atau relaksasi, sehingga otak terdorong untuk selalu merasa nyaman jika telah mendapat pasokan nikotin. Pada saat yang bersamaan nikotin meracuni otak yang mengatur sistem mental untuk selalu memperoleh nikotin dari rokok.

Efek psikologis inilah yang sering menjadi masalah utama bagi banyak perokok yang ingin berhenti secara mendadak. Mereka sering merasakan gejala stres segera setelah lepas dari kebiasaan ini, misalnya mual, bingung, dan kesulitan berpikir. Pada tahap selanjutnya efek merokok dapat menyebabkan seseorang mengalami perubahan perilaku menjadi lebih buruk. Rokok sering dikaitkan dengan kondisi mental yang negatif seperti mudah marah, tersinggung, ketakutan dan rasa cemas.

Peneliti meyakini bahwa efek merokok dapat memicu seseorang megalami penyakit skizofrenia. Nikotin yang berasal dari rokok mempengaruhi sel otak untuk memproduksi dopamine (hormon penenang) lebih banyak. Akibatnya terjadilah ketidakseimbangan kadar dopamine dalam otak yang memicu penyakit gangguan mental yang disebut skizofrenia. Tercatat hampir 90% penderita penyakit ini adalah perokok aktif. Penyakit ini memiliki gejala hilangnya respon emosional dan sosial, halusinasi, dan delusi.

Di sisi lain, efek merokok pada wanita hamil memberikan pengaruh buruk bagi psikologis janin saat ia lahir dan tumbuh dewasa kelak. Riset yang dilakukan oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) pada tahun 2001 memperoleh hasil bahwa paparan tembakau saat janin berada dalam kandungan ibu menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki kecenderungan kuat memiliki sifat atau perilaku psikologis yang negatif pada usia balita hingga remaja, seperti kasar, impulsif, memukul, menggigit, memberontak, dan depresi.

Pencarian Terpopuler: resiko merokok bagi psikologi,efek psikologis berhenti merokok,efek fisiologis berhenti merokok,merokok juga merupakan gangguan psikologi,masalah psikis akibat rokok,manfaat berhenti meRokok bagi otak,gejala sikologis saat berhenti merokok,dampak fisologis rokok,dampak fisiologis rokok,dampak fisiologis ibu hamil yang merokok.

Beri Komentar