Yuk, Gabung Survey Kami!

“Dari 30 perokok di Indonesia, hanya 4 orang yang mendapat perhatian petugas kesehatan mengenai kebiasaan merokoknya dan hanya 1 orang yang mendapatkan anjuran berhenti merokok.”

Saatnya kita berbuat, ikuti survey eksplorasi Layanan Berhenti Merokok berbasis Telepon Genggam Pertama di Indonesia!!!

>>KLIK DI SINI

mochammadwibowo_b

Penelitian ini dilaksanakan oleh:

Mochammad Fadjar Wibowo (Karolinska Institutet)

Rashmi Rodrigues (Karolinska Institutet)

Surahyo Sumarsono MSc  (Universitas Gadjah Mada).dan

dr. Arika Dewi MKM (Universitas Gadjah Mada).

Sekilas tentang survey

Survey ini dirancang untuk mengeksplorasi penggunaan telepon genggam sebagai media layanan berhenti merokok pada masyarakat dewasa (18 tahun ke atas) Indonesia yang pernah atau masih merokok. Survey ini bersifat sukarela dan diharapkan dapat berkontribusi bagi studi inovasi layanan berhenti merokok di masa depan.

Mengkaji alternatif pilihan bagi mereka yang ingin dan berupaya berhenti merokok.

Usai mengikuti survey, responden yang bersedia dapat mendaftarkan emailnya untuk mendapatkan tips berhenti merokok ilmiah yang didistribusikan mingguan secara gratis pada http://www.berhentimerokok.org selama dua bulan mulai dari 1 Juni hingga 30 Juli 2015. Setelah kami selesai melakukan analisis data dan mendapatkan kesimpulan dari studi ini, hasil dari survey akan dipublikasikan melalui

516

One thought on “Yuk, Gabung Survey Kami!

  1. Seperti masukan saya di survey yang sudah saya ikutin, saran saya untuk bisa lebih efektif perlu dipelajari tentang bagaimana mengontrol alam bawah sadar.
    Sekedar remind bahwa alam bawah sadar = 88% dari pikiran kita, sementara alam sadar hanya 12%.
    Dan yang saya tahu, kunci dari alam bawah sadar adalah sbb:
    1. Alam bawah sadar hanya menerima bahasa berupa images, sounds, tastes bukan bahasa tulisan, sehingga jika dalam menyampaikan aspirasi berhenti merokok, akan lebih efektif jika pesannya mengena ke alam bawah sadar seseorang.
    2. Alam bawah sadar tidak mengenal kata negatif seperti “don’t”, jadi misalkan pesan Anda sebelum-sebelumnya adalah “Don’t smoke” bisa diganti dengan “be smoke free”

    Semoga bermanfaat.
    Sekedar testimoni bahwa saya dulunya juga perokok, saya merokok dari sekitar tahun 1999 dan saya menyatakan berhenti merokok 23 Maret 2014 lalu.

    #mariBERHENTIMEROKOK

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s